Sabtu, 01 Desember 2012

BERBAHAGIALAH, ORANG YANG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH

Bismillahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Saudaraku yang dirahmati dan diberkati Allah.
Alhamdulillah,  jika pagi ini saudaraku melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah, kemudian berdzikir, mendengar atau menyampaikan nasehat, kemudian pulang kerumah sambil menebarkan salam dan sambil senyum,  membuat orang lain senang, dan kemudian diikuti dengan berbagai 1001 kegiatan untuk kepentingan diri sendiri, kepentingan keluarga dan kepentingan orang lain. Berbahagialah saudaraku, karena saudaraku telah mencakup semua klasifikasi sebagai orang yang beriman dan beramal saleh.  Allah Swt didalam firmanNya yang terangkum dalam Al Qur;an menyatakan hubungan iman dan amal saleh tidak kurang 68 kali. Dan yang sangat membanggakan, bahwa Allah Swt menyatakan orang yang beriman dan beramal saleh adalah sebaik-baik makhluk. dan mendapat ganjaran tertinggi yaitu surga dan bukan orang merugi :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
(Qs Al Bayyinah {98} : 7).


Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
(Qs Al Baqarah {2} : 82)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
(Qs Al Ashr {103) : (2-3)

Saudaraku, yang berbahagia selalu dalam hidayah Allah.
Untuk memberikan gambaran yang konkrit tentang iman dan amal saleh kita ambil perumpamaan.  Mari kita buka dompet dan kita ambil lembaran uang Rp100.000, perhatikan dan bolak balik. Tentunya uang di dompet kita adalah asli  bukan palsu dan bernilai tukar dengan barang yang dikehendaki. Seandainya disatu sisi gambar proklamator Sukarno-Hatta terpampang dengan baik dan disatu sisi lain hanya kosong berwarna putih atau ada gambar gedung tetapi bukan gedung MPR/DPR maka dia tidak bernilai apa-apa.  Bahkan kalau masih dicobakan untuk ditukar dengan barang maka bukan barang yang di dapat tetapi penjaralah yang di dapat.
Saudaraku demikian juga dengan iman dan amal saleh, mungkin  ada orang  menyatakan saya beriman  tetapi tidak diikuti dengan amal saleh maka dia tidak bernilai dihadapan Allah dan imannya hanyalah sekedar kedok. Sebaliknya ada orang beramal saleh tetapi tanpa dasar iman maka dihadapan Allah Swt juga tdak bernilai dan tidak mendapat balasan apa-apa,  dan keduanya bukan surga yang di dapat tetapi nerakalah yang ditemuinya.
Allah Swt dalam firmannya selalu mengungkapkan secara jelas keseimbangan antara iman dan amal saleh. Banyak ayat-ayat mendahulukan iman dan disusul dengan amal saleh tetapi ada juga Allah mendahulukan amal saleh  dari pada kata beriman. Artinya, iman dan amal saleh merupakan kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan. Mari kita perhatikan firman Allah dibawah ini, “
Adapun orang-orang yang BERIMAN dan mengerjakan AMAL-AMAL SALEH, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim.
(Qs Ali Imron {3} : 57)
Barang siapa yang mengerjakan AMAL-AMAL SALEH, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang BERIMAN, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.
(Qs An Nisa’ {4} : 4)

Rasulullah Saw pun selalu mengingatkan hubungan antara iman dan amal Saleh,  Rasulullah bersabda, “
  • Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR. Ath-Thabrani).
  • Celaka orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya.” (HR. Ad-Dailami).
  • Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muslim).
  • Rasulullah Saw. ditanya, “Amalan apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab, “Beriman kepada Allah Swt. dan utusan-Nya.” Lalu beliau ditanya lagi, “Lalu apa?” Maka beliau bersabda, “Haji yang mabrur.” (HR. Bukhari)
  • Cabang dari iman itu ada 73. yang paling utama adalah ucapan La ilaha ilallah, dan yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Muslim)
Demikianlah saudaraku hubungan antara iman dan amal saleh , semoga kita selalu mendapat petunjuknya.
Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

Wallahu alam bish shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar