Kamis, 31 Oktober 2013

JANGAN SOMBONG





JANGAN SOMBONG

Bismillahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Segala puji bagi Allah seru sekali alam Kepunyaan Allah lah  segala  yang  ada  di langit dan di bumi; dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan. Shola-wat dan salam semoga dilimpahkan  kepda nabi Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga,  sahabat-nya  dan seluruh pengikutnya
Saudaraku yang diberkahi dan dirahmati Allah
Berhati-hatilah saudaraku, jangan sampai sifat sombong melekat dalam diri. Sebab salah satu sumber malapetaka di dunia yang dapat menimbulkan disharmoni antara bangsa, antara kelompok dan antara individu adalah tabiat sombong atau angkuh. Yang termasuk kesombongan atau keangkuhan, yaitu merasa berbangga diri, atau merasa dirinya megah, menolak suatu kebaikan yang disodorkan, atau yang melakukan kesesatan.

Rabu, 30 Oktober 2013

MUSLIM KAFFAH




MUSLIM KAFFAH

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)


Saudaraku yang seiman.

Menjadi muslim kaffah sangat sering dibicarakan dalam berbagai kajian. Karena para da’i, ustadz menyaksikan fenomena yang menarik dalam kehidupan umat sehari-hari dalam melaksanakan ajaran Islam. Disatu sisi tampak kepatuhan yang amat sangat   melaksanakan syari’at tetapi disisi lain meninggalkannya bahkan melakukan hal  yang bertentangan dengan syar’iat. Jika melaksanakan ibadah, memilih ibadah yang disukai, ringan dan mudah  tanpa mempedulikan tuntunan yang ditentukan oleh Allah Swt baik dalam Al Quran dan sunnah. Allah Swt mengingatkan bahwa jika kita menyatakan orang beriman harus kaffah artinya keseluruhan tidak sepotong-potong. Allah Swt berfirman, “

Selasa, 15 Oktober 2013

KETELADANAN NABI IBRAHIM DALAM MENGESAKAN TUHAN





KETELADANAN NABI IBRAHIM
DALAM MENGESAKAN TUHAN

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Saudaraku yang selalu dalam lindungan Allah Sw
Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah. Shalawat dan  salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad Saw,  juga atas seluruh keluarga, sahabat  dan  pengikutnya.

Kaum muslimin seluruh dunia saat ini sedang merayakan hari besar Islam yaitu hari raya Idul Adha. Berbagai ibadah dilaksanakan seperti berpuasa di hari Arafah, bersedekag, bertakbir, berjai dan memotong hewan kurban. Hampir semua ibadah tersebut berkaitan erat dengan sunnah nabi Ibrahim. Banyak kisah diceritakan dalam Al Qur’an tentang nabi Ibrahim, pada kali ini kita akan membicarakan keteladanan nabi Ibrahim dalam mengesakan Allah.

Minggu, 13 Oktober 2013

KEIMANAN DAN PENGORBANAN





KEIMANAN DAN PENGORBANAN

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Segala puji bagi Allah Swt yang senatiasa memberikan taufik, hidayah   serta rahmat Nya, shalawat dan salam disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw, beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh umat Nya yang beristi-qamah pada sunahnya. 

Saudaraku yang selalu dalam lindungan Allah Swt

Didalam semangat Islam perkataan “keimanan dan pengorbanan” adalah dua kata yang tidak terpisahkan. Meskipun dibolak balik mempunyai pengertian yang saling membutuhkan dan saling melengkapi.  Tidak ada keimanan tanpa pengorbanan, dan tidaklah mungkin  pengorbanan tanpa keimanan Jika digambarkan dalam bentuk kualitas makin tinggi tingkat keimanan seseorang maka makin tinggi  pula tingkat  pengorbanannya dan   sebaliknya makin rendah keimanan seseorang maka makin rendah pula pengorbanannya.

Kamis, 26 September 2013

KRITERIA WALI-WALI ALLAH




KRITERIA WALI-WALI ALLAH


Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Bersyukur, yang menenpatkan kita pada kedudukan anugerah Nya semoga kita tidak ditimpakan keletihan dan kelelahan. Semoga shalawat dan salam tetap dilimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad, seorang nabi yang ummi juga untuk keluarga dan para sahabatnya.
Saudaraku yang selalu dalam lindungan Allah Swt
Setiap muslim pasti pernah mendengarkan perkataan “Wali Allah. Mungkin hanya sedikit yang pernah menelisik  lebih lanjut tentang Wali Allah. Dan bukan tidak mungkin ada yang membayangkan bahwa Wali Allah yang memakai baju gamis berwarna putih, bersurban ditambah lagi sakti dan mandraguna.  Untuk lebih mengenal tentang wali-wali Allah, pertama sekali kita merujuk kepada firman Allah Swt

Minggu, 15 September 2013

KEUTAMAAN JUJUR




 KEUTAMAAN JUJUR



Saudaraku yang dirahmati dan diberkati Allah.
Setelah kita melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh, setiap pertemuan dengan sahabat, kerabat, handai tolan kita ucapkan. Minal 'Aidin wal-Faizin Ucapan ini secara harfiah diterjemahkan menjadi "Dari (yang) kembali dan berhasil," secara umum diterjemahkan menjadi, "Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)".  Itulah harapan kita semua yang telah melaksanakan ibadah puasa yaitu kita menjadi suci dan menjalani kehidupan di luar Ramadhan dengan semangat Ramadhan selalu menjaga kesucian yang kita peroleh dibulan Ramadhan. Dan lebih tegas lagi kita termasuk orang yang bertakwa yaitu melaksanakan semua perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya

Selasa, 13 Agustus 2013

MEPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN KEMENANGAN PERANG DI BULAN SYAWAL




MEPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN
KEMENANGAN PERANG DI BULAN SYAWAL

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Saudaraku yang tua dan muda semoga selalu dalam kasih sayang Allah.
Aku akan memberikan gambaran salah satu tahapan dalam suatu peperangan, sebab perang mempunyai tahapan-tahapan yang runut dan rumit. Tahapan terakhir ketika sasaran telah direbut dengan gemilang para pelaku meneriakan “AKU MENANG DAN AKU BERHASIL” Panglima perang yang cerdas tidak diam setelah meneriakan kemenangan tetapi melakukan tahapan baru, pertama segera konsolidasi dan kedua meningkatkan hasil yang telah dicapai.
Petunjuk lapangan memberikan uraian bahwa   tindakan-tindakan dalam konsolidasi meliputi tindakan keamanan, mengadakan pengintaian-pengintaian, memperbaiki komunikasi dengan sebuah lini, penempatan kembali senajata bantuan. Tindakan–tindakan administratif meliputi yang luka dan gugur, menyusun kembali pasukan, menambah munisi dan alat-alat peralatan yang rusak. Sedangkan untuk memperbesar hasil petunjuk lapangan memberi arahan bahwa meningkatkan hasil adalah salah tahapan berikut dengan tujuan untuk mencegah musuh kembali pertahanannya atau untuk memukul mundur serta menghancurkannya.
Saudaraku yang sedang merayakan kemenangan di bulan Syawal.
Ketika bulan Ramadhan usai, dan bulan Syawal tiba berbondong-bondong kaum muslim merayakan kemenangan perang melawan hawa nafsu dengan menggemakan takbir, tahmid dan tahlil. Bersyukur kepada Allah Swt, menyebutkan-nyebutkan kebesaranNya, memuji Nya setinggi-tingginya, menyatakan tunduk atas semua keputusannya dengan mengakui Keesaan Nya. Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali kepada Allah. Tidak ada yang patut dimintai perlindungan dan pertolongan kecuali kepada Allah. Dan mengakui bahwa kemenangan yang diperoleh hanya dengan pertolongan Allah. Inilah sikap muslim sejati menang dalam arti mampu melaksanakan perintahNya dan menang dalam menundukan hawa nafsunya untuk memperoleh ke ridhaan Allah.
 Layaknya seorang serdadu bila menang perang segera adakan konsolidasi tidak ada waktu luang untuk menghadapi musuh selanjutnya. Pernyataan “Saya telah berhasil dan menang perang   di bulan Ramadhan ” pernyataan yang mudah, tetapi  sedikit  yang   berpegang  teguh    dengan pernyataan itu.  Maka tidak ada anjuran yang tepat segera konsolidasi artinya segera bermuhasabah. Saat ini di bulan Syawal adalah waktu yang tepat evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita Sangat diajurkan untuk memeriksa kembali amalan-amalan di bulan Ramadhan, sebagai berikut
1.    Di mulai dengan menghisab diri dari amalan-amalan yang fardhu selama bulan Ramadhan. Kemudian di susul dengan amalan-amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan.  Hal ini menjadi penting supaya pernyataan kita menang tidak menjadi pernyataan kosong tanpa isi
2.     Menghisab diri dari amalan-amalan yang di larang Allah, sebab kita tahu bahwa banyak orang menyatakan saya berpuasa tetapi kemaksiatan masih dilakukan. Menghisab diri atas tingkah laku gerakan anggota badan, ucapan lisan, langkah kaki, sentuhan dan pukulan, kenapa dan karena siapa serta bagaimana semua itu di kerjakan.  Kalau ini masih dilakukan  maka puasa akan menjadi sia-sia. Sebaliknya selama bulan Ramadhan semua kemaksiatan dapat ditinggalkan  maka desahkan didalam hati dan lafalkan dengan lembut “ALHAMDULILLAH” anda memang dapat predikat “TAKWA”
Saudaraku yang selalu bertakwa.
Ramadhan boleh lewat, tetapi perang tetap belum usai selama hayat masih dikandung badan. Syaitan, hawa nafsu  terus melakukan serangan setiap ada kesempatan. Syaitan melakukan perang gerilya jika kita lengah maka kita diserang jika kita waspada syaitan akan tunggang langgang.Oleh karena itu moment bulan Syawal amalan-amalan harus ditingkatkan sebab Syawal sendiri berarti peningkatan. Artinya bulan Syawalan ini amalan-amalan di bulan Ramadhan terus dilanjutkan dengan metoda yang lain. Kecuali shalat fardhu tidak boleh berubah. Sesuai dengan doktrin perang keberhasilan satu tahap harus dilanjutkan dengan tahap berikut yaitu meningkat hasil kemenangan. Tidak ada dalam kamus manapun selesai satu pekerjaan final dan selesai. Oleh karena itu  pada bulan Syawal kita tingkatkan hasil selam Bulan Ramadhan. Peningkatan dan pemeliharaan amal saleh dibulan Syawal berubah bentuk namun hakekatnya sama yaitu menjadi manusia yang taqwa, amalan-amalan yang dapat dilaksanakan antara lain :
1.     Bila di bulan Ramadhan manusia diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh maka dibulan Syawal sangat dianjurkan puasa  sunat Syawal selama 6 hari dan pada bulan berikutnya dilakukan puasa sunat dalam berbagai variasi seperti puasa Senin dan Kamis atau 3 hari dipertengahan bulan. Kita pedomani  sebuah hadits tentang puasa di luar bulan Ramadhan Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Rasulullah saw. dikabarkan bahwa aku pernah berkata akan selalu salat qiyam, akan berpuasa pada siang harinya sepanjang hidupku. Kemudian Rasulullah saw. bertanya: Betulkah engkau pernah bilang demikian? Aku menjawab: Betul, aku pernah mengatakannya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh engkau tidak akan mampu melakukan yang demikian. Oleh karena itu berpuasalah dan juga berbukalah. Tidurlah dan bangun malamlah. Berpuasalah tiga hari dalam setiap bulan. Sebab, satu kebajikan itu nilainya sama dengan sepuluh kebajikan. Dan yang demikian itu (puasa tiga hari dalam tiap bulan) nilainya sama dengan puasa satu tahun. Lalu aku katakan kepada Rasulullah saw: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Beliau bersabda: Berpuasalah sehari dan tidak puasa dua hari. Aku katakan kepada beliau: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Jika begitu, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itu adalah puasa nabi Daud as. dan itulah puasa yang tengah-tengah. Kemudian aku berkata: Sungguh aku mampu berbuat lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada yang lebih utama dari itu. Abdullah bin Amru ra. berkata: Aku terima tiga hari sebagaimana yang dikatakan Rasulullah saw. adalah lebih aku sukai dari istri dan hartaku. (Shahih Muslim No.1962)
2.  Pada bulan Ramadhan, sholat tarawih merupakan ibadah sunat yang dilakukan secara terus menerus, maka dibulan lain  sangat dianjurkan sholat malam, di dalam suatu riwayat Rasulullah saw bersabda : “Wahai manusia ! Tebarkanlah akan salam, berikan makanan ke-pada orang yang lapar, sambungkan tali kasih sayang diantara sesama manusia dan bergiatlah sembahyang dimalam hari dikala manusia sedang asyik tidur, supaya kamu memasuki syurga dengan kesejahteraan (HR Al Turmudzy, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abdullah ibn Salam )
3.     Di bulan  Ramadhan amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah dan diwajibkan untuk mengeluarkan zakat baik zakat mal maupun zakat fithrah.  Sedekah tidak terbatas dibulan Ramadhan saja tetapi  bersedekah sangat dianjurkan sepanjang tahun, At Thabrani  dan Ahmad meriwayatkan, Rasulullah Saw, ditanya, “Apa sedekah itu, wahai Rasulullah ” Beliau menjawab. “pahala yang dilipat gandakan dan disisi Allah ada tambahan “ lalu beliau membaca ; .
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.Dan Allah menyem-pitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Qs  Al Baqarah : 245 )
4.     Tiap malam bulan Ramadhan  membaca Alquran dilakukan secara tekun dan teratur baik secara perorangan dan kelompok dan diikuti dengan acara khataman.  Membaca Alquran perlu  dikekalkan dalam kehidupan setiap Muslim baik dibulan Ramadhan maupun dibulan lain.  Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Darul Quthni dari Anas r.a, Rasulullah Saw memerintahkan : Perbanyaklah membaca Alquran di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tak ada orang membaca Alquran, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.”
Saudaraku kekasih Al;lah
Amalan yang dapat dilaksanakan sebagai wujud keberhasilan gembelengan Ramadhan masih banyak, alangkah kelirunya bila dibulan Syawal  kualitas dan kuantitas amalan menjadi menurun. Hal ini bertentangan dengan pengertian Syawal itu sendiri yaitu peningkatan. Oleh karena itu mari kita tingkatkan amalan yang pernah kita laksanakan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya
Semoga kita terus memenangkan perang kapan saja dan dimana saja
Sebagai penutup mari kita berdoa
Wahai Allah ! Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, khusyu’ kami, kerendahan hati kami, ibadah kami dan sempurnakanlah kekurangan kami.  
“Ya Rabb, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami.”
Amin ya Robbal ‘Alamin
Wallahu a’lam bishawab

Rabu, 03 Juli 2013

STRATEGI MEMENANGKAN PERANG DI BULAN RAMADHAN


STRATEGI MEMENANGKAN PERANG DI BULAN RAMADHAN



Saudaraku yang dirahmati Allah.
Ketika Idul fitri tiba, kita berbondong-bondong kelapangan untuk melaksanakan shalat Id. Sesudah shalat Id, khatib naik mimbar untuk berkhutbah. Sepotong teks khutbah  yang biasa disampaikan, kira-kira begini bunyinya

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… Pada pagi hari ini kita menyaksikan ratusan juta manusia mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, dan tahmid. Semilyar mulut menggumamkan kebesaran, kesucian, dan pujian untuk Allah Subahanhu wa Ta’ala, sekian banyak pasang mata tertunduk di hadapan kemahabesaran Allah Azza wa Jalla, sekian banyak hati diharu-biru oleh kecamuk rasa bangga, haru, bahagia dalam merayakan hari kemenangan besar ini. Sebuah kemenangan dalam pertempuran panjang dan melelahkan, bukan melawan musuh di medan laga, bukan melawan pasukan dalam pertempuran bersenjata. Namun, pertempuran melawan musuh-musuh yang ada di dalam diri kita, nafsu dan syahwat serta syetan yang cenderung ingin menjerumuskan kita. Seorang ulama berkata tentang sulitnya mengendalikan jiwa,  “Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa.” dan ada ulama lain yang  berkata, “Binatang binal tidak lebih membutuhkan tali kekang ketimbang jiwamu.”
Kemenangan melawan hawa nafsu ini adalah inti kemenangan, inilah kemenangan terbesar, kemenangan utama yang akan melahirkan kemenangan-kemenangan lain dalam semua kancah kehidupan dunia yang kita arungi. Kita membutuhkan kemenangan seperti ini untuk memenangkan semua pertarungan yang kita hadapi dalam hidup ini. . dst   dan khatib menutupnya  dengan doa.

Sabtu, 29 Juni 2013

DIALOG IMAJINER DENGAN NURCHOLIS MAJID (ALM)



DIALOG IMAJINER
DENGAN NURCHOLIS MAJIDN (ALM)
TENTANG
TAKWA DAN PUASA

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Saudaraku yang dirahmati Allah
Saat ini kita sedang menunggu-nunggu bulan Ramadhan. Pemberitaan di media masa tentang Ramadhan juga makin meningkat apalagi pemerintah selalu menyatakan sembilan bahan pokok tersedia, angkutan Ramadhan sudah siap, jalan Pantura siap sebelum bulan Ramadhan.  Bagi individu cara menyambut bulan Ramadhan pun berbeda-beda tingkat kesiapannya ada yang biasa-biasa saja, mungkin ada yang sedih dan sebagainya. Tetapi bagi orang beriman yang mengetahui tentang keutamaan bulan Ramadhan menghadapi bulan Ramadhan sangat bergembira seperti menyambut tamu agung. Maka diucapkanya “Marhaban ya Ramadhan”.

Rabu, 26 Juni 2013

TAKWA DAN PUASA


 TAKWA DAN PUASA

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Segala puji bagi Allah swt yang menguasai langit dan bumi, Dia akan memperlihatkan kepadamu  tanda- tanda  kebesaranNya,  maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. Shalawat dan  salam semoga  dilimpahkan  kepada pemimpin  mu-lia Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.

Saudaraku yang dirahmati Allah
Puasa salah satu ibadah yang mengantar manusia untuk bertakwa.  Allah Swt berfirman, “
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,  (Qs Al Baqarah : 183)
Tujuan akhir puasa mengantarkan orang menjadi takwa, maka setiap orang beriman harus mengetahui secara benar apa itu takwa dan bagaimana supaya benar-benar menjadi orang yang bertakwa.

Rabu, 12 Juni 2013

SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN




SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Shalawat  dan  salam   semoga   tercurah kepada nabi Muhammad Saw, juga untuk  para  keluarga, sahabatnya dan seluruh pengikut nya sampai akhir zaman
Saudaraku yang tua dan muda semoga selalu dalam kasih sayang Allah.
Tidak lama lagi bulan Ramadhan tiba, maka tidak ada kalimat yang pantas kita ucapkan “Alhamdulillah”   sebab kita akan kedatangan tamu yang mulia bulan yang penuh rahmat, dan penuh berkah.  Karena sangat mulianya bulan Ramadhan maka berbagai nama mulia pun disandangnya seperti  Syarullahi (bulan Allah), Syahrun Najah (bulan pelepas dari azab neraka) , syayyidusy syuhur (penghulu segala bulan). dan lain sebagainya. Sepantasnya menyambut bulan yang mulia dengan cara  yang mulia pula, layaknya menunggu tamu agung. Sebagai tanda hormatnya kita menyambut Ramadhan beberapa hal  yang patut kita kerjakan. Sebab  jika kita menyambutnya dengan baik maka ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang kita  laksanakan dapat berhasil dengan baik mencapai tujuan puasa seperti yang  difirmankan Allah Swt,

Selasa, 30 April 2013

HATI YANG LALAI






HATI YANG LALAI

Bismillahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)


Saudaraku yang diberkahi dan dirahmati Allah

Sesungguhnya segala puji hanya untuk Allah, dan Dialah yang  berkuasa   apa-apa   yang ada di langit dan apa-apa  yang ada di bumi. Semoga shalawat dan salam  kepada nabi  Muhammad Saw juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.

Saudaraku, tersebutlah dalam suatu kisah bahwa Maimun bin Mahram bertanya kepada Hasan Al Basri, “ Wahai Abu Said (Hasan), aku merasakan ada kelalaian  di hatiku, maka aku datang agar kamu menasehatiku. Lalu Hasan al Basri  menjawab dengan membacakan surat Asy Syu’araa 205-207,



Maka bagaimana pendapatmu  jika   Kami  berikan  kepada mereka keni`matan hidup ber-tahun-tahun, Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, nis-caya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
Mendengar ayat ini  Maimun bin Hasan langsung gemetar dan  pingsan.