Sabtu, 08 Desember 2012

PERILAKU MUSLIM TERHADAP AL QUR’AN






PERILAKU MUSLIM TERHADAP AL QUR’AN
 

Bismillahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Saudaraku yang diberkahi dan dirahmati Allah
Jika pagi ini, atau malam ini saudaraku masih sempat menyentuh Al Qur’an dengan membacanya, kemudian membaca terjemahannya, kemudian   merenungi dan lebih hebat lagi bila kita dapat mengamalkan sesuai dengan isi bacaan. Maka tidak ada kata yang pantas kita ucapkan Alhamdulillah, artinya kita selalu dalam petunjuk Allah Swt dan termasuk hamba yang disucikan,  sesuai dengan firman Nya
Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(Qs Waaqi’ah : 77-80)
Tetapi saudaraku, mari kita kita perhatikan kondisi yang hampir umum terjadi mendera kita sebagai orang yang mengakui muslim Jika kita perhatikan hampir setiap rumah muslim mempunyai kitab suci Al Qur’an. Kemudian jika cermati lebih lanjut bagaimana perilaku umat terhadap kitab suci  Al Qur’an,   ada yang disimpan didalam lemari yang indah bukan satu jilid saja tetapi lebih dari satu bahkan dilengkapi dengan kitab tafsir yang tidak kurang 4 jilid tebal. Alangkah indah dan rapinya, karena memang tidak pernah disentuh dan tetap baru dan dimanfaatkan sebagai pelengkap hiasan rumah. Banyak pula al Qur’an disimpan pada yang rak tinggi tanda memuliakannya dan ada juga yang terseok-seok di mushalla tercabik-cabik karena tidak dirawat. Dan ada juga tersusun di mushalla selalu rapi karena setelah dibaca disusun kembali dirawat  sebagaimana layaknya memelihara barang kesayangan. Bagaimanakah dirumah anda? Tentu, yang paling tahu anda sendiri.
Biasanya ketika jelang Ramadhan, bulan yang mulia bulan yang sangat ditunggu oleh kaum Muslim maka kegiatan membaca Al Qur’an begitu semarak. Memang. pada bulan Ramadhan, salah satu amalan yang dianjurkan supaya kita  memperbanyak membaca Al Qur’an. Tetapi jika dicermati  lebih dalam bahwa membaca Al Qur’an bukan saja dilakukan pada bulan Ramadhan, tetapi sepanjang kehidupan muslimAl Qur’an harus dibaca, difahami dan harus diamalkan.   Untuk lebih konkrit bagaimana sikap yang seharusnya terhadap Al Qur’an paling tidak ada 6 langkah yang harus kita  laksanakan
  1. Meyakini kebenaran Al Qur’an. Ini adalah kata kunci bagi setiap muslim, tidaklah dia disebut orang beriman tanpa meyakini bahwa Al Qur”an adalah dari Allah dan isinya tidak ada keraguan. Allah Swt berfirman, “
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (Qs Al Baqarah: 2).
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar kebenaran yang diyakini. (Qs Al Haqqah  : 51)
Jika ada yang ragu tentang Al Qur’an mengatakan ada kekurangan, tidak sesuai dengan tuntutan zaman maka gugurlah keimanannya
  1. Membaca Al Qur’an. Setelah diyakini kebenarannya maka umat Islam diperintahkan untuk membacanya. Allah Swt berfirman
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah salat.  Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).  Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs Al Ankabur : 45)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
(Qs Al ‘Alaq : 3.)
Maksud bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah cirri-ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri, yang tertulis maupun tidak tertulis. Khusus untuk membaca Al Qur’an Rasulullah Saw bersabda.  Bacalah kalian Al Qur-’an, karena pada hari kiamat Al Qur’an datang menjadi syafa’at bagi pembacanya (HR Al Bukhari)a
  1. Memahami kandungan Al Qur’an. Membaca saja belum cukup tetapi harus difahami.  Membaca Al Qur’an hendaklah dengan kehadiran kalbu, merenungi apa yang di baca, memahami makna-maknanya, disertai kekhusyukan hati, serta merasakan bahwa sedang bercakap dengan Nya melalui Al Qur’an. Allah swt berfirman,
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Qs Shaad :29)
  1. Mengamalkannya. Setelah difahami maka  diamalkan apa yang terkandung di dalamnya dengan menerapkan hukum-hukumnya dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.  Tidak ada gunanya pemahaman  tanpa pengamalan karena nilainya menjadi nol.
. . . .  maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (qs Al Muzzamil : 20)
  1. Mengajarkan Al Qur’an. Jika seseorang dapat membaca sekaligus memahami maka wajib baginya mengajarkan kepada orang lain. Allah swt berfirman,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat me-nasehati supaya mentaati kebena-an dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Qs Ashr : 3)
Ayat ini mencanangkan wajib belajar tetapi juga wajib mengajar. Bukankah tawashaw berarti saling berpesan , saling mengajar, sedang al haq atau kebenaran adalah hasil pencarian ilmu. Selanjutnya tntang kewajiban mengajar Al Qur’an Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang terbaik dari kalian ialah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya (HR Bukhari).
  1. Membela Al Qur’an. Ini adalah kewajiban setiap Mulim untuk menjaga dan memelihara Al Qur’an baik secara tekstual maupun dalam pemahamannya. Inilah hal yang kita hadapi saat ini. Jangan sampai kita marah apabila  Al Qur’an diinjak tetapi kita tidak marah bila ajarannya dihina, diselewengkan bahkan tanpa kita sadari kita ikut membantu  secara tidak langsung penyelewengan ajaran al Qur’an.
    Demikianla perilaku kita terhadap Al Qur’an. Karena itu laksanakanlah dan carilah ridho Allah dengan-nya.
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami untuk senantiasa bisa membaca kitabMu dalam bentuk yang Engkau Ridhai. Tun-jukan kami jalan keselamatan keluarkan  kami dengannya dari kegelapan menuju cahaya, serta jadikan ia sebagai hujjah (alasan, bukti penguat) yang menguntungkan kami dan tidak memberatkan kami. 
Ya Alllah, angkatlah derajat kami dengan Al Qur’an, dan selamatkanlah kami dengannya dari lembah kehinaan. Hapuskanlah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin.   
Amin ya robbal alamin

Wallahu ‘alam bish shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar