Senin, 26 Mei 2014

AN NAMIEMAH DALAM AJANG PEMILIHAN PRESIDEN





AN NAMIEMAH
DALAM AJANG PEMILIHAN PRESIDEN

Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Saudaraku yang tua dan muda semoga selalu dalam kasih sayang Allah.

Dalam suasana pemilihan presiden perilaku An Namiemah merupakan bagian yang tidak terpisahkan, perbuatan tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab tim sukses kedua belah pihak pasti menolak jika dituduh melakukan namiemah.   Tetapi kenyataan namiemah terus bergulir dalam berbagai media baik media cetak maupun elektronik. Mungkin merupakan tujuan tertentu yang ingin membuat bangsa ini terpecah dan hancur.
Apa itu An Namiemah. Pengertian an namiemah yaitu menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan keadaan seseorang atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada orang lain dengan maksud mengadu domba antara mereka atau memfitnahnya. Secara sederhana an namiemah adalah melakukan fitnah antara satu kelompok kepada kelompok lain atau dapat juga  dialkukan  satu orang kepada orang lain. Akibat fitnah sangat luar biasa yaitu kebencian yang amat sangat, dapat berakibat pemutusan silaturahim dan yang pasti memperbanyak musuh. 
Terdapat beberapa alasan mengapa orang yang melakukan fitnah antara lain :
1.       Iri / dengki terhadap teman atau  kelompok  yang sukses, oleh karena itu dia memfitnah orang lain dengan menyebarkan berita bohong untuk menjatuhkan orang lain. Jika orang difitnah mendapatkan kalah atau hancur  maka dirinya merasa puas.
2.       Menonjolkan dirinya sendiri. dan merasa dirinya unggul dari yang lain, orang lain tidak boleh diatas dirinya. Dirinya yang paling kaya, paling pandai dan jika ada orang yang lain akan melebihinya maka dilemparkan gerita negatif untuk menjatuhkan orang itu dengan  cara apapun dari yang paling halus sampai dengan yang paling kasar.
3.       Orang yang mempunyai sifat munafik, yang selalu tidak senang adanya ketenteraman  baik ketentraman pribadi maupun ketentraman masyarakat termasuk ketenteraman negara. Rasulullah Saw bersabda : “Tanda seorang munafik itu ada 3 (tiga), jika berkata-kata dusta, jika berjanji menyalahi janji, jika diamanati dia khianat.  (HR Bukhari dan Muslim).
     
Saudaraku yang dirahmati Allah
Hindari melakukan fitnah, sebab perbuatan ini sangat tidak disenangi Allah Swt dan Rasulullah saw ,
Allah Swt berfirman  :
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa.”        
(Qs Al-Qalam: 10-12)

Rasulullah Saw bersabda :
  • Diriwayatkan dari Huzaifah r.a katanya: Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak masuk Syurga orang yang suka menabur fitnah
  • Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a katanya: Ketika Rasulullah s.a.w melalui dua buah kubur, baginda bersabda: Ingatlah, se-sungguhnya dua mayat ini sedang disiksa, tetapi bukan karena melakukan dosa besar. Seorangnya disiksa karena dulunya dia suka membuat fitnah dan seorang lagi disiksa kerana tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya,
  • Nabi Saw bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling bermusuhan, dan janganlah kamu menjual barang serupa yang sedang ditawarkan saudaramu kepada orang lain, dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)
Ajaran Islam menuntun, bagaimana menghadapi orang yang suka mengadu domba. Sikap yang dapat kita lakukan sebagai berikut  :
1.  Tidak membenarkan perkataannya. karena tukang namimah adalah orang fasik.
2. Mencegahnya dari perbuatan tersebut, menasehatinya dan mencela perbuatannya.
3.       Membencinya karena Allah, karena ia adalah orang yang dibenci di sisi Allah. Maka wajib membenci orang yang dibenci oleh Allah.
4.       Tidak berprasangka buruk kepada saudaranya yang dikomentari negatif oleh pelaku namimah.
5. Tidak memata-matai atau mencari-cari aib saudaranya dikarenakan namimah yang didengarnya.
6.     Tidak membiarkan dirinya ikut melakukan namimah tersebut, sedangkan dirinya sendiri melarangnya. Janganlah ia menyebarkan perkataan namimah itu dengan mengatakan, “Fulan telah menyampaikan padaku begini dan begini.” Dengan begitu ia telah menjadi tukang namimah karena ia telah melakukan perkara yang dilarang tersebut.”.

Peristiwa namiemah telah  pernah terjadi dalam perjalanan hidup Rasulullah Saw, dan diingatkan oleh Allah dengan  firman Nya :

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil ba-hagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (Qs An Nur: 11)
     Ibnu Katsir menjelaskan dengan tafsirnya yang panjang tentang ayat  ini. Diberitakan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul tokoh munafik  yang terkenal, menyebarkan berita bohong bahwa    Aisyah isteri nabi Saw melakukan  perbuatan yang tidak pantas. Berita ini  disebarkan demikian luas sehingga nabi sendiri jadi ragu akan kebenarannya, namun demikian nabi Saw tidak mengambil tindakan apapun kecuali berdoa kepada Allah. Tidak berapa lama Allah menuntun  beliau dengan menurunkan  ayat diatas dan beberapa ayat  berikut,  sehingga Rasulullah Saw yakin akan kesucian isterinya dan kebohongan berita tersebut. Dari kisah ini Rasulullah Saw  memberikan contoh bagaimana  menghadapi berita bohong seperti  penjelasan diatas.
Dalam suasana  pemilihan presiden, kita harus menghindari  perbuatan fitnah, kebohongan dan ghibah. Jika ada orang yang melakukan fitnah sebaiknya kita diam tidak menambah  atau mengurangi  berita tersebut ataupun ikut menyebarkan. Kalau ikut menyebarkan maka berarti anda ikut melakukan an namiemah
Pemilihan  Presiden akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk senantiasa berakhlak mulia, dan menghindari perbuatan tercela salah satunya adlah  an-namiemah. Akhlak mulia yang dituntunkan Rasulullah SAW, beliau bersabda : “ Kamu akan saya jamin masuk surga jika mampu mengindahkan  6 (enam) perkara : (1) jika berkata benar/jujur; (2) apabila berjanji ditepati; (3) apabila diberi amanah segera tunaikan; (4) jagalah kehormatanmu (kemaluanmu); (5) tundukanlah pandanganmu  (dari hal-hal yang mendatangkan dosa dan maksiat; (6) hentikanlah lancang tanganmu. (HR Ahmad dari ‘Ubadah bin Shamid)

Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi kita dari kejahatan lisan kita dan tidak memasukkan kita ke dalam golongan manusia yang merugi di akhirat dikarenakan lisan yang tidak terjaga,

Mari kita berdoa :
“Allahumma inni a’uudzubika min syarri sam’ii wa min syarri bashori wa min syarri lisaanii wa min syarri maniyyii.”
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kejahatan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku dan kejahatan maniku.)

    Semoga bangsa kita dijauhi dari permusuhan perpecahan.
 Wallahu ‘alam bish shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar