Rabu, 07 November 2012

PERINGATAN TAHUN BARU HIJRAH





Bismillaahirrahmanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)


Assalamu alaikum wr wb.
Saudaraku pengunjung blog marwanpesan7menit, semoga saudaraku dalam rahmat dan berkah Allah swt.   Sudah sepatutnya setiap saat kita ucapkan pujian setinggi-tingginya bagi Allah seru sekalian alam. Salam dan shalawat bagi junjungan kita, penghulu para Nabi, Muhammad Saw beserta segenap para keluarga dan para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.
Saat ini kita dipenghujung tahun 1433 H dan akan memasuki tahun 1434 H, Alhamdulilah kita akan merayakan tahun baru Hijiriyah. Ketika kita memasuki tahun baru Hjiriyah   1 Muharam berarti  kita memperingati hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah. Peringatan hijrah penuh makna bagi perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam mengumandangkan kalimah  “Laa illaha ilallah”.  Ini momentum yang tepat ditengah kesibukan dan dinamika  kehidupan untuk merenung kembali sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat untuk mengevaluasi gerak perjuangan  untuk menatap hari esok yang lebih baik.
Saudaraku, mari kita buka sekilas  kembali sirah Rasulullah Saw yang tidak pernah lekang oleh panas dan tidak pernah lapuk oleh hujan. Bagi siapapun yang mempelajari sejarah Rasul, akan memperoleh gambaran sejarah yang menakjubkan, bagaimana beliau dan para sahabat mampu menundukan pesona duniawi dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan hingga suatu tingkatan yang tidak pernah disaksikan oleh lembaga sejarah manapun .
Peristiwa hijrah membuktikan tiada seorangpun yang dapat menyerupai beliau dalam kesabaran menghadapi cobaaan, keteguhan memegang prinsip-prinsip kebenaran, kemantapan hati dalam menghadapi goncangan dunia. Peristiwa hijrah menorehkan sejarah bertinta emas bagi para pengikut setia menguji tingkat keimanan dengan meninggalkan keluarga, mengorbankan harta,  bahkan jiwa demi persaksian “ Laa illaha aillallah  ”.
Para pengunjung, yang dirahmati Allah. Betapa tidak trenyuhnya hati kita sebagai orang yang beriman  bila  kita mengetahui sekelumit kisah :

  • Ketika  Abu Salamah sudah membulatkan tekad untuk hijrah ke Madinah,maka keluarga isterinya berkata kepadanya,” Ini adalah kepentingan dirimu sendiri tanpa mempedulikan kepentingan kami. Lalu apa pendapatmu tentang isterimu ? Abu Salamah dengan tekad yang kuat mengikut sertakan isterinya untuk berhijrah. Namun keluarga isterinya  menyandera  isteri dan anaknya maka berhijrahlah Abu Salamah seorang diri ke Madinah dengan  meninggalkan isteri dan anaknya.   Ummu Salamah bahkan mendapat cobaan yang lebih berat lagi yaitu ditinggal suami dan dan kehilangan anaknya karena disandera.
  • Ketika Shuhaib hendak hijrah ke Madinah, orang-orang kafir Quraisy berkata kepadanya,” Dulu engkau datang kepada kami dalam keadaan hina dan melarat. Kini hartamu melimpah ruah dan kini engkau hendak pergi begitu saja memboyong hartamu. Demi Allah itu tidak akan terjadi. Shuaib berkata, “ Bagaimana menurut kalian, jika harta  bendaku kuserahkan kepada kalian, apakah kalian akan membiarkan aku pergi ? Baiklah kata mereka. Demikian Shuhaib tidak memperdulikan harta bendanya demi untuk hijrah. Tatkala Rasulullah Saw mendengar peristiwa ini maka beliau bersabda,” Shuhaib beruntung,  Shuhaib beruntung,”
  • Ketika Umar bin Al-Khaththab, Iyash bin Abi Rabi’ah dan Hisyam  bin AL-Ashy berencana akan berhijrah. Umar dan Iyash dapat bertemu sedangkan Hisyam ditahan oleh orang Quraisy. Didalam perjalanan mereka bertemu Abu Jahal dan saudaranya Al-Harits  dan mereka memperdayakan Iyash dengan mengatakan kepada Iyash ,” Bahwa ibumu bernadzar tidak akan menyisir rambutnya dan berteduh dari teriknya matahari  sebelum dia melihatmu,” Mendengar nadzar itu Iyash merasa iba mendengar penuturan itu, meskipun Umar mengatakan itu hanya tipu daya.  Iyash kembali kekota Makkah bukan ibunya yang ditemui tetapi siksaan dan hinaan kaum Quraisy lah yang ditemuinya.  Lalu Abu Jahal dab Al-Harits  berseru,” Wahai penduduk Makkah, berbuatlah terhadap orang-orang  bodoh diantara kalian seperti yang kami perbuat saat ini.

Inilah tiga kisah singkat tentang apa yang dilakukan orang-orang Quraisy terhadap orang Muslim yang akan berhijrah. Sekalipun begitu secara periodik orang-orang Muslim dapat berhijrah. Lebih kurang dua bulan setelah Baiat Aqabah Kubra, tak seorangpun dari orang-orang Mukmin yang tersisa  di Makkah kecuali Rasulullah Saw, Abu Bakar dan Ali dan ada pula beberapa orang yang ditahan orang Musyrik secara  paksa di Makkah.
Perjalanan hijrah Nabi sendiri bukanlah kehendak Nabi sendiri adalah perintah dan ketentuan dari Allah yang kesemuanya mengandung makna yang mendalam yang  tergores dalam surah-surah Al Qur’an dan menjadi tuntunan sikap hidup. Didalam berbagai riwayat hijrah Nabi dimulai dengan perintah hijrah, pengepungan rumah, meninggalkan rumah, berada di gua, perjalanan ke Madinah dan membangun  masyarakat baru di Madinah. Hijrah Nabi menunjukan bahwa kesemuanya dalam skenario Allah Swt,  betapa tidak :
Ø  Ketika demikian kuatnya pengepungan kaum kafir terhadap kediamanNabi, namun dengan idzin Allah Nabi keluar dari rumah dengan mudah. Allah berfirman, “  dalam surat Yasin ayat 9. “
Dan kami adakan dihadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding dan kami tutup  (mata) mereka sehingga mereka tidak melihat .” (Qs Yasin : 9)
Ø      Ketika Rasulullah  dan Abu  Bakar dikejar oleh kaum Quraisy ditambah dengan pemberian motivasi diberikan hadiah kepada siapa yang dapat menangkap hidup dan mati dengan  seratus ekor unta. Sebenarnya mereka telah telah mendekati mulut gua, tetapi Allah lebih berkuasa. Saat itu Abu Bakar berkata,” wahai  Nabi Allah, andaikata mereka melongok pandangannya, tentu mereka melihat kita. Nabi menjawab “ Diamlah wahai Abu Bakar. Dua orang dan ketiga adalah Allah. Dalam Al Qur’an ternukil firman Nya.  
Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Makkah), sedangkan dia merupakan salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya : “ Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita …”
(Qs : At Taubah : 40)
Saudaraku  yang berbahagia.  Jika kita ingin mengisahkan sejarah Nabi khususnya tentang hijrah Nabi ruangan ini terlalu kecil namun paling tidak bahwa  kita menyadari benar bahwa peristiwa hijrah adalah tonggak perkembangan Islam.  Orang-orang yang telah mengikrarkan kalimah Allah teruji kadar keimanannya dengan meninggalkan kampung halamannya, keluarganya, hartanya  untuk menuju ke negeri baru yang telah ditetapkan oleh Allah yaitu Madinah.  
Peringatan menyambut tahun baru hijrah bukan sekedar upacara tetapi lebih dari itu,  momentum peringatan adalah menanyai diri sendiri bila kita diuji dengan tekanan yang sama atau hampir sama apakah kita sanggup tetap menyebut “ Laa illaha ilallah ”.  Relakan  kebahagiaan kehidupan keluarga, harta benda bahkan  nyawa sekalipun hilang  asal didalam jiwa tetap berkumandang ‘ Laa illaha aillallah  Muhammad Rosulullah’.
Alhamdulilah,  saat ini tentunya tekanan terhadap kaum Muslimin di sekitar kita bukan seperti zaman Nabi. Tidak ada pemaksaan, tidak ada penyiksaan, tidak ada blokade kita bebas melaksanakan amalan sesuai ikrar keimanan kita.  Namun demikian  kita menyadari tekanan berubah bentuk menjadi tipu daya disangka kenikmatan tetapi malapetaka, disangka kebahagiaan tetapi kehinaan. Dalam konteks seperti inilah semangat hijrah harus di wujudkan dalam amalan  nyata dengan didasari Iman yang kuat 

Pengunjung  blog.  saudaraku yang dikasihi Allah.  Terus kobarkan semangat hijrah, bukan hanya pada setiap pergantian tahun, tapi setiap sepanjang tahun. Selamat menyambut tahun baru Hijriyah, semoga hari esok lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari kemarin.  Dan  pesan7menit   kita akhiri dengan doa
 Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurna-kanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
    Wallhu ‘alam bish shawab
     Wassalamu’alaikum wr wb




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar